Pkkmb day 2



RESUME PEMATERI MY DIGITAL PORTOFOLIO PKKMB DAY 1

NAMA : MIRSA DELLATIFAH

PRODI : S1 GIZI

FAKULTAS : KESEHATAN


#Materi 1 

Oleh : Ainun Najib Ahli IT Indonesia  

Tema : Perguruan Tinggi di Era Digital dan Revolusi Industri  


AI hanya mampu merangkum dan meniru, bukan menciptakan hal baru. Karena itu, kreativitas dan empati manusia tak tergantikan. Kini banyak sektor telah otomatis, dari gudang Amazon hingga truk self-driving, menandakan kita harus siap menghadapi era ini. Kampus NU harus memimpin dengan menjadikan teknologi sebagai sarana kemaslahatan, menjaga martabat manusia, serta mengawal etika, akses, dan dampak sosial. Kita bukan sekadar pengguna, tapi pengarah arus. Keterampilan pun bergeser: dari hafalan menjadi kemampuan memformulasikan masalah, bereksperimen cepat, dan berkolaborasi dengan AI.

Prinsip 5A menjadi pegangan: Amanah Data, Akurasi, Akuntabilitas, Akses, dan Adab. Dalam akademik, penggunaan AI memiliki batas jelas: merah (dilarang) untuk inti penilaian tanpa izin, kuning (hati-hati) untuk riset awal atau ringkasan yang wajib diverifikasi, dan hijau (dianjurkan) untuk editing, format, atau brainstorming dengan catatan metodologi. Era ini tidak menunggu kita siap. Karena itu, mahasiswa UNUSA harus belajar cepat, memulai dari hal kecil, memberi manfaat nyata, dan menjadi pengarah perubahan, bukan penonton.



#Materi 2 

Oleh : Dr. Nurul Ghufron, S.H.,M.H. / Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) periode 2019 hingga 2024 

TemaGenerasi Muda Berintegritas Anti Korupsi 

Korupsi, sebagaimana ditegaskan dalam UNCAC dan UU No. 7 Tahun 2006, merusak demokrasi, melemahkan hukum, menghambat pembangunan berkelanjutan, melahirkan kejahatan lain, melanggar hak asasi, serta merusak pasar dan persaingan sehat. Bentuknya beragam, mulai dari kerugian keuangan negara, suap, penggelapan jabatan, pemerasan, perbuatan curang, konflik kepentingan, hingga tindak pidana lain yang menghalangi proses hukum. Korupsi lahir dari penyalahgunaan fasilitas, kewenangan, dan keuangan rakyat untuk kepentingan pribadi atau kelompok, dengan anggapan jabatan adalah jalan untuk berkuasa dan memberi keuntungan bagi kerabat. Karena itu, karakter patriotis bangsa—cinta tanah air, rela berkorban, menghargai keberagaman, sederhana, mandiri, disiplin, dan solidaritas—harus ditanamkan sejak dini. Seperti pesan Ali bin Abi Thalib, “Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya, karena mereka akan menghadapi masa depan yang berbeda dengan zamanmu.”


#Materi 3 

Oleh : Muslikha Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes. 

Tema : Pengenalan Keselamatan , kesehatan kerja , dan lingkungan (K3L) di perguruan tinggi 

Target Indonesia Emas 2045 adalah menjadi negara maju, berdaya saing global, berkelanjutan, dan sejahtera. Untuk mencapainya, penerapan K3 Lingkungan (K3L) menjadi fondasi penting karena pembangunan yang cepat sering berdampak pada keselamatan dan lingkungan. K3L bertujuan mencegah kecelakaan dan penyakit akibat kerja, melindungi lingkungan, meningkatkan produktivitas pekerja, mendukung SDGs, sekaligus menjadi pilar menuju Indonesia Emas. Prinsipnya mengedepankan pencegahan, kepatuhan regulasi, inovasi teknologi hijau, budaya keselamatan, serta partisipasi semua pihak. Dengan K3L, tenaga kerja tetap sehat dan produktif, industri ramah lingkungan, masyarakat terlindungi dari dampak negatif, dan citra positif Indonesia terjaga di mata dunia—didukung pengendalian sederhana melalui prinsip 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin).




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Mahasiswa Kedokteran Unusa Gandeng BPBD Jatim Sosialisasikan Penanganan Bencana Gempa

Artikel Tema Gizi

Pkkmb day 1